Rabu, 05 Desember 2012

PROPOSAL PENGAJAUAN PEMBUATAN ALAT SEDERHANA MEKANIKA SIMPLE RICE THRESHER


PROPOSAL
PENGAJAUAN PEMBUATAN ALAT SEDERHANA MEKANIKA
SIMPLE RICE THRESHER
Disusun Oleh:
1. Binti Soleha (NIM 1112016300003)
2. Haifa Nadwatul Umah Nidaturramdani (NIM 1112016300033)
3. Dilah Aas Saputra (NIM 1112016300042)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2012
A.     Latar Belakang Inspirasi Alat
Awalnya kami terinspirasi oleh para petani di desa kami yang telah menggunakan mesin perontok padi sederhana yang kami sebut dengan SIMPLE RICE THRESHER dan setelah kami meneliti prinsip kerja nya, ternyata sesuai dengan prinsip kinematika. Akhirnya kami sepakat mendalami alat yang dibuat para petani tersebut dan mengangkatnya sebagai objek pembuatan alat sederhana untuk memenuhi tugas akhir praktikum pada semester awal ini.
Pada masa dahulu, kegiatan dengan pengebotan dilakukan secara sederhana sehingga terjadi susut yang tercecer lebih besar, mutu gabah kurang baik akibat busuk dari yang tidak terontok dan membutuhkan tenaga cukuk besar. Maka para petani cerdas menciptakan alat baru berupa Simple Rice Thresher.

 Simple Rice Thresher ini sangat sederhana hanya bermodalkan kurang lebih RP 100.000.saja, sudah bisa digunakan bertahun-tahun lama ,dan juga bisa digunakan secara bergilir atau bergantian ,karena mesin ini hanya dipakai saat panen padi tiba saja.sedangkan pada musim kemarau mesin ini tak terpakai.
Untuk membuat mesin perontok padi ini bisa digerakan oleh manusia dan juga mesin bensin dll. Namun untuk menghemat biaya maka mesin ini dirancang untuk digerakan olah manusia.
Dalam hal ini kami merancang mesin perontok padi manual (Simple Rice Thresher).

B.     Prinsip Kerja
Prinsip kerja Simple Rice Thresher yaitu dengan membuat alat yang sederhana sekali berupa alat perontok yang bahannya dari besi/paku dibuat sebagai gerigi gelondongan dan gir sepeda dayung bekas sebagai alat penggerak dengan cara mendayung.
Kemampuan kerja alat ini dibandingkan dengan alat gebot adalah mampu menghemat tenaga dan waktu, mudah diperasikan dan mengurangi kehilangan hasil.  Kapasitas kerja 75 – 100 kg per jam dan cukup dioperasikan oleh 1 orang.

C.     Alat dan Bahan
1.    Paku ukuran 10cm  -+ sebanyak 160 biji( 160 pcs)
2.    Kayu ukuran tebal x lebar  x panjang = 3cmx5cmx100cm. sebanyak 8 pcs
3.    Kawat baja
4.    Pipa bulat
5.    As ( poros ) dengan panjang -+ 120cm.
6.    Laker/ klaker/bantalan as atau Bearing 2 pcs.
7.    Kayu kaso secukupnya.
8.    Paku 5cm secukupnya.
9.    Rantai dan free wheel sepeda onthel.
10.  Per atau karet ban.

D.     Cara Pembuatan Alat
Kerangka utama terbuat dari kayu kaso atau pipa besi dengan ukuran keseluruhan unit bervariasi, biasanya 120 cm x 120 cm.
Silinder perontok terbuat dari lepengan papan berjajar berkeliling membentuk silinder dengan diameter 36 – 38 cm dan lebar 42 – 45 cm. Di sisi kiridan kanan ditutup dengan pipa bulat setebal 2 – 3 cm. Pada lempengan papantersebut ditancapkan gigi perontok yang terbuat dari kawat baja berbentuk huruf V terbalik. Ukuran lempengan kayu, tebal 10 – 15 mm, lebar 90 mm dengan jarak antar lempengan 15 mm. Tinggi perontok ± 50 mm dengan lebar kaki-kaki sebesar 25 mm dengan jarak antar gigi 40 mm. Jumlah gigi perontok pada satulempengan 10 buah dan jumlah lempengan papan 12 buah. Cara pemasangan gigi perontok 20 mm diberi bantalan ball bearing yang posisinya duduk pada rangka utama.
Unit transmisi tenaga melalui rantai sepeda dan spocket yang prinsipkerjanya sama seperti mesin jahit.
Tutup penahan gabah terbuat dari lembaran plastik atau terpal dengan ukuran > 0 cm x 40 cm x 35 cm. Bagian ini dapat dilepas dari kerangka utama.Penggunaan pedal thresher dalam perontokan dapat menekan kehilangan hasil padi sekitar 2,5 %.

E.      Cara Kerja Alat
·         Pedal perontok diinjak dengan kaki naik turun.
·         Putaran poros pemutar memutar silinder perontok.
·         Putaran silinder perontok yang memiliki gigi perontok dimanfaatkan  dengan memukul  gabah yang menempel pada jerami sampai rontok.
·         Arah putaran perontok berlawanan dengan posisi operator (men-jauh dari operator).

F.      Manfaat Alat
1.      Mempercepat proses panen padi dalam perontokan padi menjadi gabah;
2.       Kebutuhan tenaga/buruh sedikit;
3.       Menghemat tenaga/energi para petani;
4.       Gabah hasil panen bersih ;
5.      Waktunya singkat;
6.       Biaya panen tidak telalu besar / murah.

G.     Daftar Pustaka
·         Daftar Pustaka dari Buku
Sutanto, Rachman. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Yogyakarta: Kanisius 
Noor, Muhammad. 2001.Lahan Gambut, Potensi dan Kendala. Yogyakarta: Kanisius
·         Daftar Pustaka dari Internet
Berita.http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/1157/ Diakses pada 06 Desember 2012
IPB.pertanianberkembang.http://www.scribd.com/doc/42736080/IPB.pertanianberkembang /Diakses pada 06 Desemberr 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Free Bounce Horizontal Resize Cursors at www.totallyfreecursors.com